10 Cara Menjaga Kehamilan Agar Tetap Sehat

Kehamilan adalah sebuah kabar membahagiakan bagi pasangan yang sudah menikah. Apalagi jika pasangan tersebut sudah bertahun-tahun menikah, tapi baru tahun ini mendapat “hadiah” berupa kehamilan.

Meski demikian, kehamilan akan selalu disertai tanggung jawab. Karena kini ada janin yang harus dirawat dan dijaga agar tumbuh dengan sehat hingga saatnya lahir nanti.

Mulai saat ini, apa pun makanan yang Anda makan, maka janin pun akan ikut mencicipinya. Artinya, para wanita yang tengah hamil tidak bisa lagi menjalani kebiasaan seperti saat belum hamil.

Ilustrasi cara menjaga kehamilan

Nah, bagi Anda kaum hawa yang saat ini tengah berbadan dua, berikut 10 cara menjaga kehamilan yang bisa dilakukan agar janin tumbuh sehat dan normal seperti yang diharapkan.

1. Minum suplemen yang dibutuhkan

Kebutuhan nutrisi saat hamil akan bertambah setidaknya dua kali lipat dari kondisi normal. Maklum, selain untuk memenuhi kebutuhan diri Anda, nutrisi juga sangat diperlukan oleh janin yang sudah ada di dalam rahim.

Dua mineral penting yang pasti dibutuhkan oleh para wanita hamil adalah zat besi dan asam folat. Dua zat penting ini bahkan sebaiknya sudah rutin dikonsumsi sejak sebelum hamil. Terutama oleh mereka yang memang tengah merencanakan untuk hamil.

Zat besi maupun asam folat juga sangat dibutuhkan oleh janin. Asam folat bisa mencegah kesalahan saat perkembangan sistem syaraf, sementara zat besi berguna bagi pertumbuhan bayi secara keseluruhan.

Sejumlah dokter juga biasanya merekomendasikan untuk mengonsumsi kalsium dan vitamin D sebagai salah satu cara menjaga kehamilan.

Kalsium dan vitamin D lebih banyak dikomsumsi pada trimester ketiga. Keduanya akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tulang pada bayi.

Sebagai tambahan, Anda bisa mengkonsumsi omega 3 yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak janin. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumi semua suplemen tersebut.

2. Diet yang seimbang

Salah satu cara menjaga kehamilan yang harus diperhatikan adalah melakukan diet seimbang. Mengapa?

Karena apa pun yang Anda makan ketika berada dalam kondisi hamil akan langsung berpengaruh terhadap sang jabang bayi. Sehingga Anda harus memerhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Diet seimbang yang dilakukan seorang wanita hamil akan berpengaruh terhadap berat bayi lahir. Termasuk meningkatkan proses pertumbuhan sel-sel otak dan mengurangi risiko bayi cacat.

Selain itu, mengurangi kondisi yang sering dialami ibu hamil seperti anemia, mual dan muntah, juga kelelahan.

Fokus pada jenis makanan sehat, jangan jumlah yang masuk ke dalam tubuh. Seorang ibu hamil harus lebih banyak makan sayuran, buah-buahan, ikan segar, juga kacang-kacangan yang akan memberi cukup protein. Lalu ditambah vitamin C, kalsium, zat besi, dan lemak.

Jangan lupa untuk mengisi tubuh dengan air minum, jus buah segar, dan susu bubuk. Juga ganti kebiasaan minum kopi dengan teh hijau yang lebih menyehatkan.

3. Berolahraga ringan secara teratur

Berolahraga saat hamil

Meski berada dalam kondisi hamil, tidak berarti Anda harus berhenti berolahraga. Justru harus tetap rutin berolahraga. Tentu saja cukup melakukan olahraga ringan yang tidak menimbulkan risiko terhadap kehamilan Anda.

Apa saja olahraga yang masih bisa dilakukan saat hamil? Anda bisa berjalan kaki, berenang, yoga, atau senam hamil. Jangan lakukan olahraga yang berpotensi membuat Anda terjatuh atau memberi beban lebih besar terhadap tulang persendian.

Dengan rutin berolahraga, Anda akan terhindar dari kemungkinan mendapat masalah yang umum didapat para ibu hamil. Seperti kram, sakit punggung, hingga tidur tidak nyenyak.

Selain itu, berolahraga secara rutin akan menyiapkan fisik Anda saat akan melahirkan. Berolahraga juga akan mempercepat Anda untuk mendapatkan kembali bentuk tubuh ideal pascamelahirkan. Tak hanya bermanfaat untuk ibu, berolahraga saat hamil juga memberi dampak positif bagi bayi di dalam kandungan.

Sebuah riset yang dilakukan University of Montreal menyebut bahwa olahraga rutin selama 20 menit dengan durasi 3 kali seminggu ikut membantu pertumbuhan otak pada janin. Dampak positif ini kemudian akan dirasakan bayi sepanjang hidupnya.

4. Konsumsi makanan yang higienis

Setiap wanita hamil sudah seharusnya memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka. Karena makan tersebut juga akan ikut dikonsumsi janin di dalam rahim. Oleh sebab itu, selalu jaga kehigienisan semua makan sebelum dikonsumsi.

Menjaga makanan selalu berada dalam kondisi higienis merupakan cara menjaga kehamilan yang harus diperhatikan dengan seksama. Pastikan semua makanan yang dikonsumi telah dimasak dengan benar dan dalam kondisi matang.

Hindari makan daging setengah matang, telur mentah, atau ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi. Termasuk tidak mengkonsumsi ikan dan daging beku. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari infeksi bakteri atau parasit yang masih terkandung di dalam makanan tersebut.

Selalu cuci buah-buahan dan sayuran dalam air yang mengalir untuk membuang kotoran yang tersisa. Segera konsumsi makanan yang sudah dibeli, jangan dibiarkan telalu lama di dalam kulkas. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bersih akan menghindarkan janin dari komplikasi yang berbahaya.

5. Cukup tidur dan istirahat

Ibu hamil sedang tidur

Saat hamil, tubuh Anda pasti akan cepat merasa lelah dan lemas. Bahkan meskipun Anda tidak banyak melakukan aktivitas berat. Ini memang kondisi normal dan kerap dialami oleh kebanyakan ibu hamil.

Pasalnya, saat hamil akan banyak perubahan hormon di dalam tubuh. Kondisi inilah yang memicu rasa lelah. Karena itulah, Anda harus punya waktu istirahat dan tidur yang mencukupi.

Tidur adalah sebuah sesi penting dalam pertumbuhan janin. Sekaligus “mengisi ulang” energi bagi si ibu hamil. Jadi, Anda wajib memiliki tidur berkualitas setiap harinya.

Untuk mendapatkan tidur berkualitas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama adalah membuat suasana kamar yang nyaman dan adem. Kedua, Anda bisa mencari posisi yang paling nyaman saat tidur. Jika punggung terasa pegal, Anda bisa tidur dengan posisi miring dengan lutut sedikit ditekuk.

Di siang hari, cobalah tidur sejenak antara 30-60 menit. Letakkan kaki lebih tinggi dibanding kepala dan tidurlah dengan rileks. Pastikan Anda juga akan memiliki tidur yang berkualitas di malam hari agar fisik selalu bugar dan sehat.

6. Latih kondisi panggul

Anda pernah mendengar istilah senam Kegel dalam cara menjaga kehamilan? Ini juga merupakan salah satu cara yang harus Anda lakukan untuk membuat kehamilan dan proses melahirkan lebih lancar.

Kegel adalah cara untuk melatih kondisi otot di bagian panggul. Otot panggul yang kuat akan membantu kondisi kandung kemih, vagina, dan rasa nyeri di bagian punggung.

Berikut cara melatih otot panggul:

  • Rebahkan diri Anda dengan posisi menghadap ke atas dan lutut ditekuk
  • Posisi kedua tangan menempel di atas alas atau matras
  • Perlahan, angkat punggung, panggul, paha Anda dari lantai dengan membentuk satu garis lurus
  • Tahan posisi ini selama 5 detik lalu kembali turun secara perlahan
  • Istirahat selama 5 detik sebelum melakukan pengulangan
  • Lakukan 10 kali pengulangan dalam 1 set latihan.

Targetkan Anda melakukan 3 set setiap hari. Harap diingat juga, jangan lakukan latihan ini dalam kondisi kantong kemih kosong, karena bisa menimbulkan infeksi.

7. Berhenti merokok

Jangan merokok ketika hamil

Merokok sudah harus dijauhkan baik sebelum, saat hamil, maupun ketika selesai melahirkan. Jangan pula Anda menjadi perokok pasif saat hamil.

Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa ada banyak dampak negatif yang bisa dialami janin yang dikandung oleh seorang ibu perokok.

Seperti hasil studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 1999. Studi ini melaporkan bahwa merokok di masa hamil bisa meningkatkan kemungkinan janin mengalami aborsi spontan.

Lebih lanjut, merokok bisa mengganggu kesehatan janin dan cenderung memicu kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan di bawah normal. Merokok juga menjadi pemicu sejumlah masalah yang biasa dialami ibu hamil seperti morning sickness dan pendarahan.

8. Kurangi stres

Tak hanya soal makanan yang harus dijaga dengan baik oleh para ibu hamil, kondisi psikis atau kejiwaan juga harus selalu jauh dari stress. Memang, stres adalah sebuah hal yang normal dirasakan setiap ibu hamil. Tapi tetap harus bisa dikontrol dengan baik agar tidak mengganggu kehamilan.

Seiring perubahan hormon di masa hamil, tingkat stres pasti akan meningkat. Karena ada peningkatkan hormon kortisol di dalam tubuh. Hormon ini kurang baik bagi kesehatan janin.

Saat Anda mengalami stres, akan berpengaruh langsung dengan menurunnya aliran darah kepada janin. Akibatnya, nutrisi yang dibutuhkan bayi pun akan ikut terhambat.

Cara menjaga kehamilan agar tetap baik dan sehat adalah dengan mengontrol tingkat stres yang muncul. Seperti selalu menceritakan semua yang dirasakan atau yang ditakutkan kepada suami, keluarga, atau dokter. Melakukan meditasi atau proses penenangan diri lainnya akan cukup membantu untuk mengontrol stres semasa hamil.

9. Jangan sembarang minum obat

Jangan sembarang minum obat

Ingat, apa pun yang Anda konsumsi, dari mulai makanan hingga obat-obatan, akan memberi pengaruh langsung kepada janin di dalam rahim. Karena itu, ketika Anda mengalami sakit kepala, pusing, pegal-pegal atau pun masalah lainnya, jangan langsung mengambil obat. Meskipun obat tersebut biasa Anda konsumsi sebelum hamil.

Lakukan konsultasi dengan dokter yang merawat kehamilan sebelum mengkonsumsi obat. Tanya apakah Anda masih bisa mengkonsumsi obat-obatan yang biasa Anda minum sebelumnya.

Jika terlalu berisiko, tanya apa yang bisa dijadikan solusi saat Anda mengalami sakit kepala atau keluhan lain yang kerap dialami di saat hamil.

10. Jauhi minuman beralkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol sama sekali tidak ada manfaatnya bagi janin dan Anda sendiri. Alkohol hanya akan mengganggu pertumbuhan janin di dalam rahim. Tubuh janin akan tumbuh dengan tidak normal ketika dicekoki dengan alkohol.

Janin akan tumbuh abnormal. Seperti ukuran yang sangat pendek, berat tubuh yang kurang, kepala lebih kecil, dan tingkat kecerdasan yang rendah. Pada 2015, American Academy of Pediatrics melaporkan bahwa tak setetes pun alkohol yang aman dikonsumsi ketika hamil.

Singkatnya, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol di saat hamil sama sekali tidak ada faedah dan manfaatnya. Justru akan menimbulkan dampak negatif kepada janin.

Penutup

Hamil memang sebuah kondisi luar biasa bagi para wanita. Soalnya, selama 9 bulan mereka akan mengalami berbagai kondisi yang tidak nyaman. Karena itu, para ibu hamil harus tahu cara menjaga kehamilan yang sehat dan nyaman.

Merasa nyaman saat hamil tidak hanya akan meringankan beban Anda. Tapi sekaligus memberi dampak positif bagi janin dari sejak di dalam kandungan hingga saatnya melahirkan kelak.

Artikel Terkait: