12 Cara Menurunkan Asam Urat Secara Alami

Asam urat merupakan senyawa alami yang diproduksi oleh tubuh melalui proses penguraian zat purin yang berasal dari makanan dan minuman. Umumnya kadar asam urat seorang pria berkisar 3,4-7,0 mg/dL, sedangkan pada perempuan sekitar 2,4-6,0 mg/dL.

Keberadaan asam urat dalam darah tentunya tidak menimbulkan masalah. Namun, bila kadarnya melebihi batas normal maka bisa membahayakan kesehatan. Untuk Anda ketahui, menurut situs Alodokter, kadar asam urat normal untuk perempuan adalah 6 mg/dL, laki-laki 7,0 mg/dL, dan anak-anak 5,5 mg/dL.

Kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah dikenal dengan istilah hiperurisemia. Kondisi ini terjadi tatkala proses ekskresi pada ginjal terganggu. Sehingga asam urat yang seharusnya keluar bersama urine jadi terhambat dan menumpuk di dalam tubuh.

Selanjutnya, asam urat yang menumpuk akan membentuk kristal pada persendian. Ini mengakibatkan pembengkakan dan timbulnya rasa nyeri. Kondisi semacam ini dikenal sebagai penyakit asam urat atau arthritis gout.

Ilustrasi penderita asam urat

Menurut studi terbaru, tingginya asam urat dalam darah bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, serta hipertensi. Adapun faktor-faktor yang memicu kadar asam urat tinggi, seperti:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Genetika
  • Gangguan metabolik
  • Gangguan tiroid
  • Adanya penyakit tertentu

Nah, agar asam urat bisa turun, Anda tidak harus selalu mengonsumsi obat-obatan. Namun, bisa menurankannya secara alami. Berikut ini 12 cara menurunkan asam urat tanpa obat yang layak Anda coba.

1. Jus Lemon

Mengonsumsi jus lemon di pagi hari sangatlah bagus untuk menjaga kesehatan, terutama ketika perut kosong. Kebiasaan tersebut bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus membatu menurunkan asam urat.

Lemon mengandung vitamin C cukup tinggi serta memiliki efek alkali yang dapat menatralisir asam urat. Untuk cara pengonsumsiannya, Anda hanya perlu memeras sari lemon dan campurkan ke dalam segelas air hangat. Lakukan selama 1 minggu hingga tampak penurunan asam urat yang signifikan.

2. Minyak Zaitun

Memasak dengan minyak nabati sebenarnya kurang baik untuk kesehatan. Sebab ketika dipanasrkan, minyak tersebut berubah menjadi lemak tengik dan menghancurkan vitamin E di dalam tubuh.

Sebaliknya, minyak zaitun cenderung stabil walau berada di suhu tinggi. Minyak zaitun mengandung antioksidan, asam lemak tak jenuh, dan tinggi vitamin E yang bermanfaat menjaga kesehatan. Minyak ini juga membantu menurunkan asam urat serta sebagai anti peradangan.

3. Minum Banyak Air Putih

menurunkan asam urat dengan banyak minum

Mengonsumsi banyak air putih adalah cara paling mudah untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Air putih membantu mencairkan asam urat sekaligus mengoptimalkan proses ekskresi asam urat di ginjal.

Dalam penelitian yang diungkapkan oleh American College of Rheumatology tahun 2009, ditemukan bahwa seseorang yang minum air putih 5-8 gelas per hari kadar asam uratnya turun hingga 40%.

Air putih juga berkhasiat mencegah kambuhnya asam urat yang berulang. Agar kebutuhan cairan tubuh tercukupi, Anda bisa mengimbangi pengonsumsiannya dengan buah-buahan dan sayuran yang kaya air.

Baca juga: 10 Gejala Sakit Ginjal yang Perlu Anda Waspadai

4. Baking Soda

Baking soda atau soda bikarbonat tak hanya berguna sebagai pengembang kue. Senyawa ini juga bisa membantu menurunkan asam urat serta mengurangi rasa nyeri di sendi.

Baking soda bersifat basa sehingga bisa membantu melarutkan asam urat sehingga mudah dikeluarkan oleh ginjal lewat urine. Untuk cara penyajiannya, campurkan 1 sendok teh soda kue ke dalam segelas air. Minumlah sekitar 2 gelas per hari selama 2 minggu berturut-turut.

Mohon diingat, soda kue tidak dianjurkan dikonsumsi terlalu sering. Khususnya bagi Anda yang menderita penyakit tertentu (seperti hipertensi) atau berusia diatas 50 tahun sebaiknya jangan berlebihan.

Akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

5. Konsumsi Makanan Kaya Serat

Mengonsumsi makanan kaya serat dapat mencegah penumpukan asam urat dengan cara menyerapnya dan mengeluarkannya lewat ginjal. Beberapa makanan tinggi serat, misalnya sayuran hijau, biji-bijian utuh, jeruk, apel, stroberi, dan buah pir.

Anda juga bisa mengombinasikannya dengan makanan sumber karbohidrat pati, seperti gandum utuh, tapioka, pisang dan kentang. Makanan tersebut tergolong rendah purin sehingga aman dikonsumsi penderita asam urat.

Selain itu, rutinlah mengonsumsi buah pepaya. Buah ini mengandung enzim papain yang berperan sebagai anti radang dan mengurangi penumpukan kristal pada sendi.

6. Diet Rendah Purin

Ilustrasi menu diet rendah purin

Untuk menurunkan asam urat dalam tubuh tentunya Anda wajib menerapkan diet rendah purin. Purin merupakan senyawa organik heterosiklik yang mengandung nitrogen. Saat berada dalam tubuh, purin akan terurai menjadi asam urat.

Umumnya purin banyak ditemukan pada makanan yang berasal dari protein hewani. Misalnya daging merah, daging unggas, daging ikan, jamur, kacang-kacangan, asparagus, ragi, dan minuman berakohol.

7. Cuka Sari Apel

Cara menurunkan asam urat tanpa obat juga bisa dengan mengonsumsi cuka sari apel. Cuka apel bertindak sebagai detoxifier yang membantu membersihkan kotoran dalam tubuh, termasuk asam urat yang berlebihan.

Di samping itu, cuka apel juga mengandung asam malat yang berguna sebagai antioksidan. Cairan ini juga menyeimbangkan tingkat keasaman dalam tubuh, memecah asam urat, dan mengurangi pembengkakan.

Untuk penyajiannya, campurkan 1 sendok teh cuka apel ke dalam segelas air putih. Konsumsi 2 kali dalam sehari hingga kadar asam urat menurun.

Peringatan: Bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan deuretik, sebaiknya menghindari konsumsi cuka sari apel. Selain itu, tidak disarankan cuka ini diminum berlebihan karena bisa menurunkan kadar kalium dalam tubuh.

8. Rumput Gandum

Rumput gandum merupakan sumber protein yang mengandung asam amino, zat fitokimia, klorofil, dan vitamin C. Bahan alami ini dapat membantu proses pengeluaran racun dalam tubuh. Selain itu juga menurunkan asam urat dengan cara menyeimbangkan alkalinitas dalam darah.

Untuk pengonsumsiannya, Anda bisa mengombinasikan 2 sendok makan jus rumput gandum dengan air perasan lemon. Konsumsi minuman tersebut secara rutin, paling tidak 2 hari sekali hingga kadar asam urat turun.

9. Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak juga menjadi pilihan tepat untuk membantu menurunkan asam urat.Kandungan asam orotic di dalam susu ini membantu membersihkan kelebihan asam urat dalam darah.

Anda bisa mengonsumsinya 3-5 cangkir setiap hari hingga kadar asam urat berkurang. Selain itu, untuk mendapatkan hasil optimal, Anda juga dapat mengombinasikannya dengan yogurt rendah lemak.

10. Buah Ceri

Buah ceri

Buah ceri merupakan buah tinggi antioksidan. Di dalamnya terkandung zat flavonoid dalam bentuk antosianin. Senyawa ini telah diteliti dapat mengurangi kadar asam lemak dalam tubuh, sekaligus menghilangkan rasa kaku dan inflamasi.

Untuk pengonsumsiannya, Anda cukup makan 1 cangkir ceri, atau 1-2 cangkir jus ceri setiap hari. Konsumsi selama 4 minggu berturut-turut hingga kadar asam urat menurun.

Baca juga:

11. Hindari Minuman Berakohol

Mengonsumsi alkohol bisa menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Salah satunya meningkatkan risiko penyakit asam urat.

Di dalam alkohol terdapat kandungan purin yang menjadi penyebab naiknya kadar asam urat. Selain itu, alkohol juga meningkatkan aktivitas enzim di hati yang bertindak meningkatkan produksi asam urat.

12. Rutin Berolahraga

Menderita penyakit asam urat bukan berarti Anda tak boleh melakukan olahraga. Sebaliknya, pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk berolahraga ringan guna mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Adapun jenis olahraga ringan yang disarankan adalah latihan aerobik, jalan kaki, bersepeda, atau berenang. Bisa pula dengan mencoba sepeda stationer, mengikut senam yoga, serta pilates yang berguna untuk melatih sendi dan otot agar tidak kaku.

Penutup

Beberapa cara menurunkan asam urat seperti yang dipaparkan di atas tidak bisa menghilangkan asam urat secara spontan layaknya obat. Namun, metode tersebut lebih aman dan berdampak positif bagi kesehatan Anda.

Untuk efeknya akan terlihat secara bertahap. Oleh karenanya, Anda perlu bersabar dan menerapkan secara rutin. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait: